Sabtu, 29 November 2025

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT)

PAPARAN 4

Kementerian Pendidikan

 Dasar dan Menengah

• IN-SERVICE TRAINING 2

14-17 November 2025





Materi Umum (4 JP)
1. Kebijakan Daerah
Materi ini membekali peserta dengan pemahaman terhadap arah, kebijakan, dan prioritas pendidikan di tingkat daerah. Peserta diharapkan dapat menyelaraskan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan kebijakan pendidikan lokal agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan satuan pendidikan.
2. Orientasi Kegiatan
Peserta diperkenalkan pada tujuan, struktur, dan mekanisme pelaksanaan program pelatihan. Bagian ini membantu memastikan semua peserta memahami alur kegiatan, sistem penilaian, serta hasil akhir yang diharapkan dari proses pelatihan.

Materi Inti (203 JP)

Materi inti merupakan bagian terpenting dari pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional pendidik untuk mewujudkan pembelajaran mendalam dan bermakna.
1. Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset) dalam Pembelajaran Mendalam
Peserta belajar bagaimana mengembangkan pola pikir bertumbuh, baik untuk diri sendiri maupun peserta didik. Materi ini menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap tantangan, kegigihan dalam belajar, dan keyakinan bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha dan refleksi berkelanjutan.
2. Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam
Materi ini menjelaskan prinsip dasar, komponen, dan indikator pembelajaran mendalam. Guru dilatih untuk merancang proses belajar yang tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir kritis dan kreatif siswa.
3. Prinsip dan Pengalaman Belajar
Peserta merefleksikan pengalaman belajar mereka sendiri serta mengidentifikasi prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif. Pendekatan ini mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan penerapan teori ke dalam praktik nyata.
4. Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam
Materi ini mengajarkan bagaimana menyusun, melaksanakan, dan menganalisis asesmen yang mendorong pembelajaran mendalam. Peserta belajar menilai tidak hanya hasil belajar, tetapi juga proses dan keterampilan berpikir peserta didik.
5. Perencanaan Pembelajaran
Peserta mengembangkan kemampuan menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur, fleksibel, dan kontekstual. Perencanaan ini mencakup tujuan, strategi, media, serta penilaian yang relevan dengan karakteristik peserta didik.
6. Implementasi dan Refleksi Pembelajaran Mendalam
Tahap ini berfokus pada praktik nyata penerapan pembelajaran mendalam di kelas, dilanjutkan dengan refleksi terhadap efektivitas pelaksanaan serta dampaknya pada peserta didik.
7. Inkuiri Kolaboratif
Peserta melakukan kegiatan inkuiri atau penelitian sederhana secara kolaboratif untuk menemukan solusi atas tantangan pembelajaran. Pendekatan ini menumbuhkan budaya belajar berkelanjutan dan kerja sama antarpendidik.

Materi Penunjang (5 JP)

1. Rencana Tindak Lanjut
Peserta menyusun rencana konkret penerapan hasil pelatihan di lingkungan kerja masing-masing agar pembelajaran yang diperoleh berkelanjutan.
2. Evaluasi dan Refleksi
Peserta melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pelatihan, baik dari sisi capaian individu maupun efektivitas kegiatan, serta merefleksikan pembelajaran yang diperoleh.
3. Asesmen Awal dan Asesmen Akhir
Materi ini melibatkan penilaian kemampuan awal dan akhir peserta untuk mengukur peningkatan kompetensi dan efektivitas program pelatihan.

Kesimpulan Umum

Program pelatihan dengan total 212 JP ini dirancang secara komprehensif untuk memperkuat kompetensi pendidik melalui penguasaan konsep, penerapan praktik reflektif, dan pengembangan pola pikir bertumbuh. Kombinasi antara materi asinkron, tatap muka (IN), dan daring (ON) memungkinkan fleksibilitas belajar yang seimbang antara teori dan praktik.











SOSIALISASI ANTI PERUNDUNGAN

FAVE HOTEL, 25 3.0 36 NOVEMBER 2025


TUJUAN SOSIALISASI

Tujuan Umum:

Meningkatkan pemahaman pendidik, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan tentang strategi perlindungan anak dari praktik bullying dan kekerasan di lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak.

Tujuan Khusus:
  • Memberikan pemahaman menyeluruh tentang berbagai bentuk bullying dan kekerasan terhadap anak.
  • Menjelaskan peran lembaga perlindungan anak dalam mendampingi dan melindungi korban.
  • Menguatkan kapasitas sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan perlindungan anak.
  • Membekali satuan pendidikan dengan langkah pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.
  • Meningkatkan sinergi sekolah dengan pihak kejaksaan dan kepolisian dalam penanganan hukum.
  • Mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan inklusif, aman, dan bebas diskriminasi.

PENJABARAN MATERI
1. Strategi Perlindungan Anak dari Bullying dan Kekerasan di Lingkungan Inklusif Anak
Penjelasan:
Lingkungan inklusif adalah lingkungan yang menerima semua anak tanpa membedakan fisik, latar belakang, kemampuan, atau kondisi sosial. Dalam konteks ini, bullying dan kekerasan sering muncul dalam bentuk:
  • Kekerasan verbal (ejekan, body shaming)
  • Kekerasan fisik
  • Perundungan daring (cyberbullying)
  • Diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus
  • Kekerasan psikologis dan pengucilan sosial
  • Strategi Perlindungan:
  • Membentuk budaya sekolah ramah anak
  • Memperkuat pendidikan karakter dan empati
  • Memberlakukan kebijakan Zero Tolerance terhadap Kekerasan
  • Membangun sistem pelaporan yang aman dan rahasia
  • Membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPKS)
  • Pemetaan risiko kekerasan di sekolah
  • Edukasi orang tua dan siswa tentang hak anak

2. Lembaga Perlindungan Anak
Tujuan Peran Lembaga:
Memberikan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan anak korban kekerasan.
Bentuk Lembaga:
  • KPAI
  • Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)
  • Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)
  • Lembaga Perlindungan Anak (LPA)
  • UPTD PPA
  • Bentuk Perlindungan:
  • Pendampingan hukum
  • Konseling psikologis
  • Rehabilitasi sosial
  • Mediasi konflik
  • Pemulihan trauma

3. Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak dari Kekerasan di Satuan Pendidikan
(Kabid Perlindungan Khusus Anak)
Penjelasan:
Implementasi kebijakan adalah penerapan aturan perlindungan anak dari atas ke bawah (top-down) di lingkungan pendidikan.
Bentuk Implementasi:
  • Penyusunan SOP penanganan bullying
  • Pembentukan TPPKS di sekolah
  • Pelatihan guru tentang deteksi dini kekerasan
  • Penyusunan kode etik anti-kekerasan
  • Penyediaan layanan konseling
  • Integrasi perlindungan anak dalam kurikulum
  • Pelaporan berjenjang
  • Prinsip Pelaksanaan:
  • Kerahasiaan korban
  • Kepentingan terbaik bagi anak
  • Keadilan restoratif
  • Tanpa diskriminasi

4. Langkah-langkah Kejaksaan Tinggi dalam Pencegahan Bullying dan Kekerasan di Satuan Pendidikan
(Kejaksaan Tinggi Provinsi NTB)
Peran Kejaksaan:
  • Sebagai aparat penegak hukum yang juga bertugas dalam pencegahan dan edukasi hukum.
  • Langkah-langkah:
  • Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS)
  • Penyuluhan hukum untuk pelajar dan guru
  • Sosialisasi hukum pidana anak
  • Pendampingan hukum korban
  • Mendorong keadilan restoratif
  • Pembinaan hukum kepada sekolah
Tujuan:
Membangun kesadaran hukum sejak dini agar siswa memahami:
  • Konsekuensi hukum bullying
  • Hak dan kewajiban sebagai warga sekolah
  • Menghindari konflik yang berujung pidana

5. Peran Kepolisian dalam Penanganan Kasus Bullying dan Kekerasan pada Anak
(Polda NTB)
Fungsi Kepolisian:
Sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat.
Peran dan Tindakan:
  • Penerimaan laporan kasus
  • Penyelidikan dan penyidikan
  • Perlindungan korban
  • Mediasi berbasis keadilan restoratif
  • Penyuluhan sekolah melalui Bhabinkamtibmas
  • Patroli sekolah
  • Memberantas cyberbullying
  • Prinsip Penanganan Anak:
  • Pendekatan humanis
  • Menghindari kriminalisasi berlebihan
  • Mengutamakan rehabilitasi
  • Melindungi masa depan anak
PENUTUP / KESIMPULAN SOSIALISASI
Sosialisasi ini menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat hukum, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak: sekolah, orang tua, dan masyarakat. Perlindungan anak yang efektif memerlukan:
  • Kebijakan yang kuat
  • Edukasi berkelanjutan
  • Kolaborasi lintas sektor
  • Keberanian melapor
  • Kepedulian sosial








BIMTEK SMARTBOARD IFD

BIMTEK SMART BOARD IFP

Astoria Hotel Lombok
Ridhan Hadi, M. Pd

27-29 November 2025



A. TUJUAN PELAKSANAAN BIMTEK

Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart Board Interactive Flat Panel (IFP) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis digital yang mendukung pembelajaran abad 21.

Adapun tujuan khusus Bimtek ini meliputi:
1. Meningkatkan Kompetensi Digital Pendidik
Peserta diharapkan memahami fungsi, fitur, dan cara kerja Smart Board IFP sebagai perangkat pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
2. Mendorong Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran
Guru didorong untuk memanfaatkan Smart Board sebagai media pembelajaran modern yang mengintegrasikan teks, gambar, video, internet, dan aplikasi pembelajaran dalam satu perangkat.
3. Mendukung Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Smart Board digunakan sebagai media pendukung pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kreatif sehingga dapat memperdalam pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran.
4. Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan
Dengan penguasaan Smart Board, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif, dan efisien sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
5. Mempersiapkan Guru Menghadapi Era Digitalisasi Pendidikan
Peserta dibekali keterampilan teknologi pendidikan yang relevan dengan kebijakan transformasi digital dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah.

B. PROSES PELAKSANAAN BIMTEK SELAMA 3 HARI
Pelaksanaan Bimtek berlangsung secara bertahap dan sistematis selama tiga hari dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung (hands-on). 

HARI PERTAMA:
Pengenalan Smart Board IFP dan Dasar Pengoperasian
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pembekalan teori dasar dan pengenalan perangkat.
Kegiatan utama meliputi:
Pembukaan dan sambutan penyelenggara
Pengenalan konsep Smart Board dan fungsinya dalam pembelajaran
Memahami bagian-bagian Smart Board IFP
Cara menghidupkan dan mengoperasikan Smart Board
Pengenalan fitur utama: touch screen, whiteboard digital, screen sharing
Simulasi penggunaan dasar oleh instruktur
Diskusi dan tanya jawab
Hasil yang diharapkan:
Peserta mampu mengoperasikan Smart Board IFP secara mandiri dalam fungsi dasar. 

HARI KEDUA:
Pemanfaatan Smart Board dalam Pembelajaran Interaktif
Pada hari kedua, peserta mulai diarahkan untuk pemanfaatan Smart Board dalam proses pembelajaran nyata.
Kegiatan utama meliputi:
Pengenalan aplikasi pembelajaran dalam Smart Board
Penggunaan fitur multimedia (video, audio, dan gambar)
Integrasi dengan laptop dan smartphone melalui screen mirroring
Pemanfaatan internet sebagai sumber belajar
Praktik menyusun materi ajar berbasis Smart Board
Simulasi kegiatan pembelajaran di kelas menggunakan Smart Board
Hasil yang diharapkan:
Peserta mampu membuat materi pembelajaran interaktif berbasis Smart Board. 

HARI KETIGA:
Praktik Mandiri, Evaluasi, dan Tindak Lanjut
Hari terakhir difokuskan pada praktik berkelanjutan dan evaluasi kemampuan peserta.
Kegiatan utama meliputi:
Praktik mandiri oleh peserta
Presentasi hasil praktik
Evaluasi oleh instruktur
Pemberian umpan balik
Diskusi kendala dan solusi di lapangan
Penyusunan rencana tindak lanjut (RTL)
Penutupan kegiatan
Hasil yang diharapkan:
Peserta siap menerapkan Smart Board dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

C. METODE PELAKSANAAN

Metode yang digunakan dalam Bimtek ini adalah:
Ceramah interaktif
Demonstrasi langsung
Praktik individu
Diskusi kelompok
Presentasi hasil peserta
Pendampingan instruktur

D. OUTPUT KEGIATAN
Bimtek ini diharapkan menghasilkan:
Guru terampil mengoperasikan Smart Board
Materi ajar digital berbasis Smart Board
Rencana tindak lanjut penerapan di sekolah
Peningkatan kualitas pembelajaran
Terbentuknya komunitas praktik guru berbasis digital. 
E. KESIMPULAN
Bimtek Smart Board IFP selama tiga hari di Astoria Hotel Lombok merupakan kegiatan strategis dalam mendukung transformasi digital pendidikan. Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya dikenalkan teknologi, tetapi juga dibekali keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas secara nyata.








































 

Selasa, 03 September 2024

REVITALISASI MGMP SMA/SMK/SLB TAHUN 2024

 REVITALISASI MGMP SMA/SMK/SLB TAHUN 2024

Mataram, 3 September 2024

Ridhan Hadi, S.Pd











A. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mengadakan kegiatan Revitalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru serta konselor dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar. Oleh karena itu, guru dan konselor perlu dibekali dengan kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

B. Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan kompetensi profesional guru dan konselor dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  2. Meningkatkan kemampuan guru dan konselor dalam penerapan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif.
  3. Memperkuat kolaborasi dan komunikasi antar guru dan konselor dalam pengembangan materi pembelajaran dan konseling.
  4. Meningkatkan pemahaman guru dan konselor terhadap konsep pendidikan inklusif dan bagaimana mengimplementasikannya.

C. Pelaksanaan Kegiatan

  1. Hari/Tanggal: Senin - Rabu 2 – 4  September 2024
  2. Tempat: Hotel Puri Saron
  3. Peserta: 80 Orang Ketua MGMP/ MGBK SMA, SMK, dan SLB di NTB
  4. Narasumber:
    • Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd. (Kepala Dinas DIKBUD NTB)
    • Tim GTK Dinas DIKBUD Provinsi Nusa Tenggara Barat
D. Rangkaian Kegiatan






F. Kesimpulan dan Rekomendasi

Kegiatan Revitalisasi MGMP/MGBK SMA/SMK/SLB tahun 2024 berhasil dilaksanakan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Disarankan untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa depan dengan melibatkan lebih banyak peserta dan materi yang lebih bervariasi. Selain itu, penting untuk melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi hasil revitalisasi di sekolah masing-masing.

Mataram, 3 September 2024



Ridhan Hadi, S.Pd






Sabtu, 21 Oktober 2023

AKHIRNYA

Akhirny

     Ya dia memang anak yang dulu tidak mau diatur setiap apa yang dia inginkan harus dipenuhi, bahkan dia berani melawan orang tuanya. Berkata kasar kepadanya mengumpat dan sampai kepada mencaci maki orang tua jika ada keinginan-keinginannya yang tidak dipenuhi.

       Kehidupannya begitu mudah. Apapun yang dia inginkan selalu dilayani bak raja. Tidak ada yang berani melarangnya bahkan melirik pun tak ada. Bahkan dia bebas memalak siapapun yang dia temui di jalan, jika ada yang melawan sudah bisa dipastikan Puskesmas atau Rumah tempat terbaringnya.

     Dia sudah menyakiti begitu banyak orang. Kasusnya begitu banyak sampai tak terhitung. Pernah dia berkelahi dengan tetangganya, dia menghantamkan balok kayu ke seluruh tubuh tetangganya dengan sadis, setelah babak belur dan patah tulang baru dia hentikan aksinya, lalu yang terakhir tadi malam ketika menjelang sholat isya. Dia mengancam akan membunuh kakek tua ustad penjaga masjid karena ditegur agar tidak ribut dan minum-minuman keras di emperan masjid.  

     Namun itu ketika sebelum tabrakan maut menghancurkan tubuhnya, dan sekarang membuat saya bingung harus menggali kubur di bagian mana setiap lima puluh Senti terhalang batu besar padahal, sudah hampir sepuluh tempat sudah dicoba. Kata Pak Suritna penggali kubur pemakaman umum Desa Katen.




Sabtu, 20 Mei 2023

Cerpen"BELENGGU ADAT"

 "BELENGGU ADAT"




Di sebuah desa kecil yang terletak di pedalaman, hiduplah seorang gadis bernama Sinta. Desa itu dikenal karena memegang teguh adat dan tradisi mereka. Meskipun Sinta adalah gadis yang penuh semangat dan ingin menjelajahi dunia luar, dia terjebak dalam belenggu adat yang kuat.


Sinta adalah anak tunggal dari keluarga yang sangat konservatif. Ayahnya, Bambang, adalah kepala desa yang menganggap adat sebagai segalanya. Ia percaya bahwa mematuhi tradisi mereka adalah kunci keberhasilan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, Sinta dibesarkan dalam keterbatasan, terikat oleh aturan yang ketat.


Hampir setiap aspek kehidupan Sinta dikendalikan oleh adat. Ia tidak diizinkan untuk belajar di luar desa, bepergian, atau mengejar cita-citanya sendiri. Ia hanya diperbolehkan melakukan apa yang dianggap pantas bagi seorang gadis desa: membantu ibu di rumah, belajar membuat kain tradisional, dan menunggu pernikahan yang telah diatur oleh orang tua.


Meskipun Sinta merasa terjebak dalam belenggu adat, ia tidak menyerah pada takdirnya. Di dalam hatinya, ia selalu merasa ada dunia yang lebih luas di luar sana. Suatu hari, saat Bambang sedang menghadiri pertemuan adat di desa tetangga, Sinta memutuskan untuk berani melangkah keluar dari batasan yang diberikan padanya.


Dengan hati yang berdebar, Sinta melarikan diri dari desa. Ia bertemu dengan seorang guru muda yang sedang melakukan penelitian tentang budaya di daerah itu. Guru itu, bernama Arjuna, merasa terinspirasi oleh keberanian dan semangat Sinta untuk melawan belenggu adat.


Arjuna dan Sinta menjelajahi dunia di luar desa. Mereka belajar tentang budaya dan tradisi dari tempat-tempat yang berbeda, serta mengalami kehidupan yang bebas. Sinta merasa bersemangat dan hidup kembali, merasakan kebebasan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Namun, ketika kabar tentang kepergian Sinta mencapai desa, Bambang marah besar. Ia menganggap Sinta telah menghina adat dan kehormatan keluarga mereka. Bambang bersumpah akan membawa Sinta kembali dan menghukumnya sesuai dengan hukum adat.


Sementara itu, Sinta dan Arjuna mengunjungi sebuah festival budaya yang mengagumkan. Mereka melihat keindahan dan keberagaman di dunia luar, serta menyadari bahwa adat dan tradisi bukanlah sesuatu yang harus menjadi belenggu, tetapi warisan yang berharga yang dapat dihormati dan dijalani dengan bijaksana.


Ketika Bambang tiba di festival itu, ia melihat betapa bahagianya Sinta dan bagaimana keberanian dan semangatnya telah membawa perubahan positif dalam hidupnya. Dengan hati yang lembut, Bambang menyadari bahwa belenggu adat yang ia pegang begitu erat telah membatasi putrinya dan menghalangi kemampuan Sinta untuk tumbuh dan berkontribusi pada masyarakat dengan caranya sendiri.


Bambang meminta maaf kepada Sinta dan memutuskan untuk membuka pikirannya terhadap perubahan. Ia mengambil langkah pertama dalam mendorong kebebasan dan inovasi di desanya, sambil tetap menghormati akar budaya mereka.


Dalam cerita ini, Sinta mengatasi belenggu adat dengan keberanian dan ketekunan. Ia memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya menghormati tradisi, sambil tetap membebaskan dirinya untuk mengeksplorasi dan berkembang. Cerita ini mengajarkan kita pentingnya menggabungkan kekayaan budaya dengan kesempatan untuk tumbuh dan mengubah diri, menciptakan masyarakat yang berakar kuat dalam nilai-nilai warisan mereka sambil memberikan ruang bagi individu untuk mengejar jalan mereka sendiri.

LITERASI AL- QURAN

SMK Negeri 7 Mataram

Menggelar Kegiatan Literasi Quran Setiap Pagi



21 Mei 2023


SMK Negeri 7 Mataram, sebuah lembaga pendidikan menengah kejuruan di Kota Mataram, NTB, telah melaksanakan kegiatan literasi Al-Quran yang diadakan setiap pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Al-Quran, serta mengkultivasi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam diri mereka.


Kegiatan literasi Al-Quran di SMK Negeri 7 Mataram ini menjadi rutinitas yang dijalankan setiap pagi sebelum memulai jam pelajaran. Seluruh siswa dari berbagai jurusan dan tingkat kelas berkumpul di aula sekolah untuk membaca dan mempelajari Al-Quran. Kegiatan ini dipandu oleh guru agama dan pendidikan agama yang berkompeten dalam bidang tersebut.


Selama sesi literasi Al-Quran, para siswa diajak untuk membaca Al-Quran dengan tajwid yang baik dan memahami makna serta pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Mereka juga diberikan penjelasan tentang konteks sejarah dan relevansi ayat-ayat Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.


Selain membaca Al-Quran, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok tentang tema-tema yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran tersebut. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bertukar pendapat dan memperluas pemahaman mereka tentang pesan-pesan keagamaan dan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Al-Quran.


Kegiatan literasi Al-Quran di SMK Negeri 7 Mataram juga melibatkan siswa dalam menghafal surah-surah pendek dan memperbaiki bacaan mereka secara individu. Guru-guru agama memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa-siswa dalam proses penghafalan dan perbaikan tajwid mereka.


Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Mataram, Bapak M. Zulkarnain, SE,MM menyatakan kebanggaannya terhadap implementasi kegiatan literasi Al-Quran ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga membantu dalam membentuk karakter mereka yang kuat dan memiliki kebangsaan yang tinggi.


Diharapkan bahwa kegiatan literasi Al-Quran yang diadakan setiap pagi di SMK Negeri 7 Mataram dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang positif bagi siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang Al-Quran, siswa diharapkan dapat menjadi individu yang memiliki kekuatan spiritual dan kebangsaan yang kokoh, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Jumat, 12 Mei 2023

Coretan...Hadapi Orang Sombong

 Hadapi Orang Sombong



Bagaimana menghadapi orang sombong ?


Menghadapi orang sombong dapat menjadi tantangan, tetapi ada beberapa strategi yang bisa Anda coba untuk menjaga keseimbangan dan memperlakukan mereka dengan bijaksana. Berikut adalah beberapa tips yang mungkin membantu:


  1. Jaga emosi Anda: Orang sombong seringkali berusaha memancing reaksi emosional dari orang lain. Jaga ketenangan Anda dan hindari terlibat dalam perdebatan atau konflik yang tidak produktif. Tetaplah tenang dan berbicara dengan suara yang tenang.


  1. Jadilah percaya diri: Orang sombong sering berusaha untuk merendahkan orang lain agar merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Jadilah percaya diri dan jangan biarkan kata-kata mereka merusak harga diri Anda. Ingatlah nilai-nilai Anda dan fokus pada kelebihan diri Anda sendiri.

  2. Berempati: Cobalah untuk memahami apa yang mungkin membuat orang sombong menjadi seperti itu. Beberapa orang sombong mungkin memiliki kekurangan kepercayaan diri yang dalam. Dengan berempati, Anda dapat mencoba melihat situasi dari perspektif mereka, meskipun Anda tidak setuju dengan sikap mereka.

  3. Tetap profesional: Jika Anda berurusan dengan seseorang yang sombong di lingkungan kerja, penting untuk tetap profesional. Jangan biarkan perilaku mereka mengganggu pekerjaan Anda atau mengubah cara Anda bekerja. Fokuslah pada tugas Anda dan hubungan kerja yang positif dengan rekan kerja lainnya.

  4. Hindari membalas dengan sombong: Menjadi sombong balik tidak akan memecahkan masalah. Sebaliknya, cobalah untuk tetap sopan dan berbicara dengan kebijaksanaan. Tetapkan batas yang jelas dan jangan biarkan orang sombong mengendalikan respons Anda.

  5. Cari dukungan: Bicarakan pengalaman Anda dengan orang-orang tepercaya seperti teman, keluarga, atau rekan kerja yang dapat memberikan saran dan dukungan. Mereka mungkin memiliki perspektif yang berbeda dan dapat membantu Anda menangani situasi ini dengan lebih baik.

  6. Jaga jarak bila perlu: Jika interaksi dengan orang sombong terus-menerus merugikan Anda secara emosional atau menyebabkan stres yang berlebihan, pertimbangkan untuk menjaga jarak. Ini tidak berarti Anda harus sepenuhnya menghindarinya, tetapi menetapkan batasan yang sehat dapat membantu menjaga kesejahteraan Anda.


Selalu diingat, Anda tidak dapat mengubah perilaku orang lain, tetapi Anda dapat mengendalikan cara Anda meresponnya. Tetaplah tenang, berempati, dan fokus pada diri sendiri.

Kamis, 11 Mei 2023

Kesuksesan melalui Seni

 

Kesuksesan melalui Seni


Di sebuah kota kecil yang sunyi, hiduplah seorang pemuda bernama Rian. Ia adalah seorang seniman yang penuh dengan imajinasi dan kreativitas. Setiap hari, Rian terus melukis dan menggambar di atelier kecilnya, menciptakan karya-karya indah yang menggambarkan dunia yang ia bayangkan. Namun, meskipun bakatnya yang luar biasa, Rian masih belum dikenal oleh banyak orang di kota tersebut.


Suatu hari, sebuah pameran seni besar diadakan di kota itu. Rian merasa ini adalah kesempatan emas untuk memperlihatkan karya-karyanya kepada publik yang lebih luas. Dengan penuh semangat, ia memilih beberapa lukisannya yang paling ia banggakan dan menyiapkan semuanya dengan baik. Namun, ketika ia tiba di pameran, hatinya hancur karena karya-karyanya tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari para pengunjung.


Rian merasa putus asa, tetapi kemudian ia melihat seorang wanita muda berjalan mendekatinya. Wanita itu memperhatikan dengan seksama setiap detail di lukisan-lukisannya. Rian terkejut dan senang mendapat penghargaan dari seseorang yang sepertinya benar-benar menghargai karya seninya. Wanita itu kemudian memperkenalkan diri sebagai Mia, seorang kurator seni terkenal. Ia terkesan dengan bakat Rian dan tertarik untuk memperkenalkan karya-karyanya kepada para kolektor seni yang lain. Dari situlah, Rian menemukan pengakuan yang selama ini ia cari dan karir seninya mulai melejit, menghantarkannya ke puncak kesuksesan dalam dunia seni.

Jumat, 17 Februari 2023

Pentigraf "Gamang" Ridhan Hadi

 Pentigraf

"Gamang"

Ridhan Hadi


Sebenarnya aku tidak mau membuka hatiku lagi, cukup pedih luka yang ku rasa. Mereka datang dan pergi begitu saja. Meninggalkan bekas yang tak mungkin dapat ku perbaiki. 


Sudah begitu banyak laki-laki yang menaruh hati padaku. Menjalin hubungan bersamanya. Namun mereka pergi setelah puas menikmati hari-hari bersamaku. 


Ku harap ini yang terakhir. Mas Doni namanya, dia menyayangiku tulus dari hatinya, tidak hanya ingin kepuasan semata. Pikiranku melayang sambil duduk di sofa depan Rumah Bordil tempat aku bekerja. "Mer… ada Om Bram, pelanggan tetap kita!" Kata Mami Jenny Memanggil ku. 

Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...