Pentigraf
PACAR "BANGSAT"
Ridhan Hadi
Aku hampir lima tahun membina hubungan dengannya. Sebelumnya semua berjalan baik-baik saja. Tapi ada yang aneh dua bulan terakhir ini. Dia terlihat menjauh dariku. Dia juga sudah mulai membanding-bandingkan aku dengan pria lain. Bukankah itu perbuatan yang menjengkelkan bagi laki-laki?
Aku sudah bilang jangan main-main dengan ku. Aku juga bisa melakukan tindakan yang lebih buruk dari apa yang kamu lakukan. Jangan berpikir bahwa kamu saja yang bisa. Aku juga bisa. Bahkan lebih dari perlakuan burukmu padaku. Ingat ya.., Masih banyak wanita lain di luar sana. Untuk apa bertahan dengan perempuan sepertimu. Kataku ngomel sendiri penuh dengan rasa jengkel.
Malam itu aku berjalan ke Malioboro. Mencari wanita lain yang bisa memberikan kesenangan padaku. Aku bersama Rendy berjalan menyusuri gang melati. Katanya ada wanita cantik di situ. Namanya Anita. Rendy memberikan kode untuk berhenti di gang ke dua. Dia menyuruhku untuk menunggu sebentar. Karena Anita biasanya keluar dari lorong ini. Selang beberapa menit aku melihat sosok wanita berjalan keluar dari gang sebelah, ini pasti Anita pikirku, aku hampir memanggilnya. Namun terhenti karena Rendy memukul pundaku sambil berbisik "Jangan..., Itu Pacar Bang Sat" Kok Pacar bangsat,..dia cantik dan menarik kok, kataku. "Bukan..,maksud saya Bang Satria, preman ganas Penguasa Wilayah ini" Kata Rudy menjelaskan.
