Jumat, 29 Oktober 2021

3.2.a.9 Koneksi Antar Materi-Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya GURU PENGGERAK Angkatan 2

 

3.2.a.9 Koneksi Antar Materi-Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Oleh: RIDHAN HADI, S.Pd.

 A.      Guru Sebagai Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Guru adalah seorang pemimpin. Oleh karena itu seorang guru haruslah mampu membawa perubahan baik di kelas, sekolah, maupun lingkungan sekitar ke arah yang lebih baik. Jiwa kepemimpinan seorang guru sangat diperlukan dalam mengelola pembelajaran di kelas. Kepemimpinan seorang guru bisa dilihat dari bagaimana dia mengelola kelas, melakukan inovasi dalam pembelajaran, dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada baik di kelas maupun di sekolah.

Selain sebagai pemimpin dalam pembelajaran, guru juga dituntut mampu menjadi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Guru sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dapat diartikan sebagai guru yang bisa mengidentifikasi dan memanfaatkan segala sumber daya/kekuatan/potensi yang ada untuk meningkatkan kulaitas atau membuat suatu perubahan ke arah yang lebih baik dan berdampak positif bagi murid dan sekolah.

Berangkat dari lingkup yang paling kecil yaitu kelas, guru bisa mengidentifikasi modal/aset yang ada untuk dikembangkan. Modal/aset utama sebagai acuan dalam pengembangan sebuah kelas/sekolah adalah modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, dan modal agama dan budaya.

B.      Pengelolaan Sumber Daya Yang Tepat Untuk Meningkatan Kualitas Pembelajaran

Sekolah bisa diibaratkan sebagai sebuah ekosistem, karena didalamnya terdapat interaksi antara unsur hidup (biotik) dan unsur tak hidup (abiotik) dalam lingkungan tertentu. Yang termasuk unsur hidupnya adalah murid, guru, kepala sekolah, pengawas, staf/tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat sekitar. Sedangkan unsur tak hidupnya adalah keuangan dan sarana prasarana sekolah. Berangkat dari hal di atas maka sekolah bisa disebut sebagai sebuah komunitas.

Diperlukan pengelolaan sumber daya yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Secara umum ada dua pendekatan dalam pengembangan sebuah komunitas, yaitu pendekatan berbasis masalah/kekurangan (deficit-based thinking) dan pendekatan berbasis aset/kekuatan (asset-based thinking) yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer. Berikut perbedaan kedua pendekatan tersebut:

Berbasis pada kekurangan/masalah/hambatan

Berbasis pada aset

Fokus pada masalah dan isu

Fokus pada aset dan kekuatan

Berkutat pada masalah utama

Membayangkan masa depan

Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan – selalu bertanya apa yang kurang?

Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain

Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan)

Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah

Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan

Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek

Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan

(Green & Haines, 2010)

Lalu bagaimana caranya agar pengelolaan sumber daya bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah? Tentunya langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi aset/kekuatan yang ada kemudian menyusun strategi/program yang tepat dan melaksanakannya. Dalam tahapan menyusun strategi/program ini, kita bisa menggunakan tahapan BAGJA yang merupakan akronim dari: Buat Pertanyaan-Ambil Pelajaran-Gali Mimpi-Jabarkan Rencana-Atur Eksekusi.

Berikut adalah contoh pembuatan program berdasarkan aset/kekuatan yang ada dengan menggunakan tahapan BAGJA:

Tahapan BAGJA

Panduan Tahapan

Hasil Tahapan

B-uat Pertanyaan

Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita lakukan

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan bakat berkarakter di sekolah ?

A-mbil Pelajaran

Ceritakan dan tuliskan pengalaman/kegiatan baik, prestasi yang pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan (kepemimpinan siswa (murid) di sekolah)

Siswa kelas seluruhnya putra dan putri bisa menunjukkan karakter yang baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Setiap hari di gerbang sekolah dan di lingkungan sekolah menunjukkan 5S (senyum salam, sapa, sopan, santun) kepada semua komponen yang ada di sekolah.

G-ali Mimpi

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasanKemampuan  seperti apa yang dibayangkan ada dalam diri siswa (murid)

  • Perilaku apa saja yang ada pada siswa (murid) dengan pengetahuan  keagamaan  yang diharapkan

  • Perilaku guru seperti apa yang mendorong kemampuan siswa dalam menyampaikan pengetahuan  tentang karakter dan budaya positif

  • Perilaku kepala sekolah seperti apa yang mendorong kemampuan siswa dalam pembentukan karakter dan budaya positif
  •  Perilaku orang tua seperti apa yang mendorong kemampuan siswa dalam terwujudnya murid yang berkarakter

  • Hal apa saja yang perlu dimiliki untuk meningkatkan kemampuan dalam menumbuhkan karakter baik dalam dirinya.




  • Murid murid memiliki karakter yang baik dan selalu menanamkan budaya positif di sekolah terjadi kondisi yang kondusif di lingkungan sekolah dari hasil penanaman karakter yang baik dan terbentuk budaya positif di sekolah.
  • Guru menjadi motivator yang baik bagi siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa seluas-luasnya pengembangan diri mengaktualisasikan bentuk karakter positif yang ingin di tunjukkan murid.
  • Kepala sekolah memberikan dukungan dalam program dan memberikan sumbangan moril maupun materil demi tercapainya program pembentukan karakter dan budaya positif dengan 5S
  • Orang tua memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pengembangan program sekolah yang berdampak pada perubahan karakter murid di sekolah maupun keluarga serta masyarakat.

  • Membuat jadwal rutin pelaksanaan kegiatan penyambutan murid untuk murid dan guru, pembimbing, dan berbagai fasilitas yang mendukung pelaksanaan seperti sound, pembuatan spanduk, poster  dll

 

J-abarkan Rencana

Membuat cara/strategi mencapai mimpi-mimpi yang sudah kita tuliskan:

Rencana/strategi apa yang perlu dilakukan (siapa melakukan apa)?

Bagaimana memonitor dan mengevaluasi rencana tersebut (bisa melihat format kerangka Monev)

 

Rencana program :

Program 5S dilaksanakan setiap hari ketika penyambutan guru dan murid oleh guru dan murid, semua guru yang sudah di tugaskan dalam jadwal melakukan tugas penyambutan guru dan murid lain dengan menunjukkan 5S, selanjutnya tim yang lain mengarahkan murid untu membersihkan lingkungan sekolah dan ruang kela di lanjutkan dengan berdoa bersama dan arahan bapak kepala sekolah.  Baru kemudian murid di arahkan untuk masuk di kelas masing-masing.

Monitor dilakukan oleh guru dan murid kepada murid dan untuk murid sendiri. Evaluasi melibatkan guru, kepala sekolah, dan masyarakat

A-tur Eksekusi

Menentukan tim inti program:


  • Siapa koordinator/ penanggung jawab pelaksanaan program
  • Siapa yang bertugas memonitor dan mengevaluasi jalannya program
  • Siapa yang bertugas membuat laporan program
  • Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi), rapat mingguan/ bulanan dll) untuk memberi kabar satu sama lain tentang jalannya program

Penanggung jawab dan mekanisme koordinasi antar tim:

  • Penanggung Jawab kegiatan: Kepala Sekolah
  • Pengarah : Dewan Guru
  • Koordinator Acara: Guru PPKn
  • Penanggung Jawab sie Acara: OSIS
  • Penanggung Jawab sie Perlengkapan: murid yang sudah ti tugaskan dalam scedule.
  • Laporan dibuat oleh Koordinator acara (ketua panitia). Koordinasi dilakukan dengan rapat setiap satu minggu sekali internal panitia. Hasil rapat internal dilaporkan kepada seluruh dewan guru sebagai pengarah acara. Evaluasi dapat dilakukan melalui rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan guru.

 

 

C.      Hubungan Antar Materi Dalam Modul Pogram Pendidikan Guru Penggerak

Melihat tahapan BAGJA di atas mengingatkan pula bahwa antara materi yang satu dengan yang lainya dalam program pendidikan guru penggerak ini saling berkaitan. Tidak hanya itu pula pendekatan berbasis aset juga memerlukan sebuah visi dan misi yang jelas dari seorang guru. Perumusan visi dan misi juga telah dipelajari di paket modul 1 guru penggerak. Komitmen dalam menggerakan diri sendiri dan orang lain serta melakukan inovasi juga menjadi kunci utama dalam mengembangkan sebuah sekolah dimana guru tersebut berada. Seorang guru pnggerak harus keluar dari zona nyaman demi melakukan perubahan-perubahan kecil yang berdampak pada murid.

Sebagai seorang calon guru penggerak, saya telah menemukan banyak hal yang belum saya ketahui sebelumnya. Program pendidikan guru penggerak ini membentuk pola pikir baru saya sebagai seorang guru. Semoga apa yang didapat selama mengikuti pendidikan ini bisa konsisten diterapkan di sekolah meskipun sedikit demi sedikit.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...