Selasa, 01 Maret 2022

PENTIGRAF " LUPANYA SI PELUPA"

 

Pentigraf

LUPANYA SI PELUPA

oleh: Ridha Hadi


   Aku masih jengkel dengan apa yang disangkakan Kak Tuty kepadaku. Dia bilang aku pikun. Padahal kemarin waktu mandi pagi, keran air aku matikan, tapi dia bilang, kerannya masih terbuka sampai siang.  Piring sisa makanku juga sudah aku masukkan, tetapi Kak Tuty bilang masih di angkringan depan rumah. 

        Pasti ini Akal-akalan Kak Tuty. Aku curiga. Tampaknya dia yang buka keran kembali dan mengeluarkan piring itu lagi. Agar aku terlihat seperti pelupa. Seingatku, Aku lupa  hanya dua kali saja.  Lupa siram closet selesai BAB dan lupa pakai celana waktu berangkat ke kampus. O ya, satu lagi  meninggalkan motor di kampus karena membawa motor yang berbeda. Itu saja, Ndak banyakan. 

    Langkah kaki Kak Tuty menuju dapur. Membangunkanku dari lelap sejenak di ruang tamu. Aku ambil komik yang belum selesai ku baca. Namun ada yang aneh, aku tidak melihat kaca mataku di atas meja, ini pasti ulah Kak Tuty. Kecurigaan ku bertambah. Ini sudah tidak bisa di biarkan. Kak Tuty sudah keterlaluan. Aku langsung menuju dapur menemui Kak Tuty dan menanyakan kaca mataku dengan nada ketus. Kak Tuty tertawa lebar melihatku. "Den, den, Kacamatamukan sedang kamu pakai" kata Kak Tuty sambil menunjuk ke arah mukaku. Ternyata memang benar Aku lupa lagi.

Pentigraf "PINANGAN MAS BAGAS"

Pentigraf


PINANGAN MAS BAGAS

Oleh: Ridhan Hadi


    Butuh dua minggu untuk menimbang, mengolah rasa dalam diriku. Rasa yang sulit aku munculkan lagi, hingga membuat begitu banyak pria yang tersakiti. Kesepian tak  mampu menggugah  hatiku menerima mereka  yang menaruh harap padaku. 


      Butuh waktu lama untuk membujuk rasa ini agar bisa menerimanya. Sudah hampir enam bulan dia mendekatiku. Tak bisa aku menghitungnya, begitu banyak trik yang dia gunakan untuk memunculkan kembali rasa dalam diriku. Dia  tak kunjung berhasil. 


      Entah mengapa setelah sekian lama, akhirnya malam ini hatiku luluh juga. Kutatap langit sambil berdoa semoga keputusanku ini tepat adanya. Dengan yakin, Kuambil ponselku dan menelepon Mas Bagas untuk menerima pinangannya. Hampir tiga kali aku mengulang panggilan. Akhirnya dia mengangkatnya. "Halo ini siapa? kok tidak ada namanya ya,  maaf suamiku belum menyimpan nomernya, halo, halo". Tak sadar handphoneku terjatuh. Aku terdiam, pikiranku kosong, dadaku sesak, air mataku mengalir. Aku terlambat. Mas Bagas sudah menikah.

Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...