Sabtu, 21 Oktober 2023

AKHIRNYA

Akhirny

     Ya dia memang anak yang dulu tidak mau diatur setiap apa yang dia inginkan harus dipenuhi, bahkan dia berani melawan orang tuanya. Berkata kasar kepadanya mengumpat dan sampai kepada mencaci maki orang tua jika ada keinginan-keinginannya yang tidak dipenuhi.

       Kehidupannya begitu mudah. Apapun yang dia inginkan selalu dilayani bak raja. Tidak ada yang berani melarangnya bahkan melirik pun tak ada. Bahkan dia bebas memalak siapapun yang dia temui di jalan, jika ada yang melawan sudah bisa dipastikan Puskesmas atau Rumah tempat terbaringnya.

     Dia sudah menyakiti begitu banyak orang. Kasusnya begitu banyak sampai tak terhitung. Pernah dia berkelahi dengan tetangganya, dia menghantamkan balok kayu ke seluruh tubuh tetangganya dengan sadis, setelah babak belur dan patah tulang baru dia hentikan aksinya, lalu yang terakhir tadi malam ketika menjelang sholat isya. Dia mengancam akan membunuh kakek tua ustad penjaga masjid karena ditegur agar tidak ribut dan minum-minuman keras di emperan masjid.  

     Namun itu ketika sebelum tabrakan maut menghancurkan tubuhnya, dan sekarang membuat saya bingung harus menggali kubur di bagian mana setiap lima puluh Senti terhalang batu besar padahal, sudah hampir sepuluh tempat sudah dicoba. Kata Pak Suritna penggali kubur pemakaman umum Desa Katen.




Sabtu, 20 Mei 2023

Cerpen"BELENGGU ADAT"

 "BELENGGU ADAT"




Di sebuah desa kecil yang terletak di pedalaman, hiduplah seorang gadis bernama Sinta. Desa itu dikenal karena memegang teguh adat dan tradisi mereka. Meskipun Sinta adalah gadis yang penuh semangat dan ingin menjelajahi dunia luar, dia terjebak dalam belenggu adat yang kuat.


Sinta adalah anak tunggal dari keluarga yang sangat konservatif. Ayahnya, Bambang, adalah kepala desa yang menganggap adat sebagai segalanya. Ia percaya bahwa mematuhi tradisi mereka adalah kunci keberhasilan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, Sinta dibesarkan dalam keterbatasan, terikat oleh aturan yang ketat.


Hampir setiap aspek kehidupan Sinta dikendalikan oleh adat. Ia tidak diizinkan untuk belajar di luar desa, bepergian, atau mengejar cita-citanya sendiri. Ia hanya diperbolehkan melakukan apa yang dianggap pantas bagi seorang gadis desa: membantu ibu di rumah, belajar membuat kain tradisional, dan menunggu pernikahan yang telah diatur oleh orang tua.


Meskipun Sinta merasa terjebak dalam belenggu adat, ia tidak menyerah pada takdirnya. Di dalam hatinya, ia selalu merasa ada dunia yang lebih luas di luar sana. Suatu hari, saat Bambang sedang menghadiri pertemuan adat di desa tetangga, Sinta memutuskan untuk berani melangkah keluar dari batasan yang diberikan padanya.


Dengan hati yang berdebar, Sinta melarikan diri dari desa. Ia bertemu dengan seorang guru muda yang sedang melakukan penelitian tentang budaya di daerah itu. Guru itu, bernama Arjuna, merasa terinspirasi oleh keberanian dan semangat Sinta untuk melawan belenggu adat.


Arjuna dan Sinta menjelajahi dunia di luar desa. Mereka belajar tentang budaya dan tradisi dari tempat-tempat yang berbeda, serta mengalami kehidupan yang bebas. Sinta merasa bersemangat dan hidup kembali, merasakan kebebasan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Namun, ketika kabar tentang kepergian Sinta mencapai desa, Bambang marah besar. Ia menganggap Sinta telah menghina adat dan kehormatan keluarga mereka. Bambang bersumpah akan membawa Sinta kembali dan menghukumnya sesuai dengan hukum adat.


Sementara itu, Sinta dan Arjuna mengunjungi sebuah festival budaya yang mengagumkan. Mereka melihat keindahan dan keberagaman di dunia luar, serta menyadari bahwa adat dan tradisi bukanlah sesuatu yang harus menjadi belenggu, tetapi warisan yang berharga yang dapat dihormati dan dijalani dengan bijaksana.


Ketika Bambang tiba di festival itu, ia melihat betapa bahagianya Sinta dan bagaimana keberanian dan semangatnya telah membawa perubahan positif dalam hidupnya. Dengan hati yang lembut, Bambang menyadari bahwa belenggu adat yang ia pegang begitu erat telah membatasi putrinya dan menghalangi kemampuan Sinta untuk tumbuh dan berkontribusi pada masyarakat dengan caranya sendiri.


Bambang meminta maaf kepada Sinta dan memutuskan untuk membuka pikirannya terhadap perubahan. Ia mengambil langkah pertama dalam mendorong kebebasan dan inovasi di desanya, sambil tetap menghormati akar budaya mereka.


Dalam cerita ini, Sinta mengatasi belenggu adat dengan keberanian dan ketekunan. Ia memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya menghormati tradisi, sambil tetap membebaskan dirinya untuk mengeksplorasi dan berkembang. Cerita ini mengajarkan kita pentingnya menggabungkan kekayaan budaya dengan kesempatan untuk tumbuh dan mengubah diri, menciptakan masyarakat yang berakar kuat dalam nilai-nilai warisan mereka sambil memberikan ruang bagi individu untuk mengejar jalan mereka sendiri.

LITERASI AL- QURAN

SMK Negeri 7 Mataram

Menggelar Kegiatan Literasi Quran Setiap Pagi



21 Mei 2023


SMK Negeri 7 Mataram, sebuah lembaga pendidikan menengah kejuruan di Kota Mataram, NTB, telah melaksanakan kegiatan literasi Al-Quran yang diadakan setiap pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Al-Quran, serta mengkultivasi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam diri mereka.


Kegiatan literasi Al-Quran di SMK Negeri 7 Mataram ini menjadi rutinitas yang dijalankan setiap pagi sebelum memulai jam pelajaran. Seluruh siswa dari berbagai jurusan dan tingkat kelas berkumpul di aula sekolah untuk membaca dan mempelajari Al-Quran. Kegiatan ini dipandu oleh guru agama dan pendidikan agama yang berkompeten dalam bidang tersebut.


Selama sesi literasi Al-Quran, para siswa diajak untuk membaca Al-Quran dengan tajwid yang baik dan memahami makna serta pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Mereka juga diberikan penjelasan tentang konteks sejarah dan relevansi ayat-ayat Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.


Selain membaca Al-Quran, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok tentang tema-tema yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran tersebut. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bertukar pendapat dan memperluas pemahaman mereka tentang pesan-pesan keagamaan dan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Al-Quran.


Kegiatan literasi Al-Quran di SMK Negeri 7 Mataram juga melibatkan siswa dalam menghafal surah-surah pendek dan memperbaiki bacaan mereka secara individu. Guru-guru agama memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa-siswa dalam proses penghafalan dan perbaikan tajwid mereka.


Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Mataram, Bapak M. Zulkarnain, SE,MM menyatakan kebanggaannya terhadap implementasi kegiatan literasi Al-Quran ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga membantu dalam membentuk karakter mereka yang kuat dan memiliki kebangsaan yang tinggi.


Diharapkan bahwa kegiatan literasi Al-Quran yang diadakan setiap pagi di SMK Negeri 7 Mataram dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang positif bagi siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang Al-Quran, siswa diharapkan dapat menjadi individu yang memiliki kekuatan spiritual dan kebangsaan yang kokoh, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...