Senin, 07 Maret 2022

Pentigraf "BU LAN YANG TERJATUH"

Pentigraf

BU LAN YANG TERJATUH

Ridhan Hadi



Paman Ceper. Kapan dia akan bertaubat? Tidak satupun dari orang di rumah ini yang tidak pernah menjadi korban kejahilannya. Bapak, Ibu, Bibi Taty, Adit, adikku yang masih SD. Ratu, kakakku yang baru kelas satu SMA. Dan yang paling sering dijahili Paman, Nenek Lantini, si gembrot. Tetangga sebelah yang setiap malam ke rumah datang bergosip dengan ibu dan Bibi Taty, kadang tidak peduli sampai larut malam. 


      Kejahilan Paman bukan hanya kepada orang di rumah, orang di luar rumah juga sering menjadi korban kejahilannya. Dua hari yang lalu tukang somay. Jatuh tersungkur, karena baut rodanya dicabut Paman. Deden, ditarik celananya sampai melorot. Tatang, pantatnya kepanasan, paman taruhkan saus cabe di kursi tempat duduknya. Paman memang kadang keterlaluan.


       Malam ini Paman Ceper sakit. Banyak koyo yang menempel di pelipisnya. Semoga sakitnya ini akan membuat paman sadar dan bertaubat. Aku berdoa penuh harap. Paman Ceper berbaring di sampingku sekembalinya dari kamar kecil. Tak lama waktu berselang. Duar…!!! Terdengar ada benda jatuh dari kamar mandi. Paman ada suara benda jatuh dari kamar mandi, kataku terkejut. "Bu Lan yang terjatuh, paman taruhkan minyak goreng di lantai kamar mandi." Jawab paman dengan santai. Paman..., paman, dalam kondisi sakit, masih sempat kau menjahili orang.

Minggu, 06 Maret 2022

Pentigraf "MENUNGGU AJAL"

 

Pentigraf

MENUNGGU AJAL

Ridhan Hadi


Suara ledakan dan tembakan terdengar berbalasan. Ledakan terjadi di mana-mana. Sudah hampir seluruh gedung jalan kota Kiev, Ibu Kota Ukraina hancur terkena bom tentara Rusia. Mayat bergelimpangan di mana-mana. Aku sendiri sedang bersembunyi di balik reruntuhan Hotel Ukraina, Jalan Heroyiv Nebesnoyi Sotni Alley. Pura-pura terbaring di samping mayat-mayat warga, agar dianggap mati oleh tentara Rusia. 


    Aku mencoba menggerakkan kaki. Namun sungguh tak sanggup bagiku, dua hari yang lalu  dia terkena runtuhan bangunan yang terjatuh menimpa mobil, tubuhku juga sempat terjepit. Namun aku berhasil keluar. Bau menyengat dari mayat-mayat yang sudah meninggal dua hari kemarin, membuat pernapasanku sesak. Ditambah darah yang mengalir tak henti dari kaki dan pelipisku, membuat pandanganku berpinar-pinar. Aku juga tak panjang harapan, mungkin nyawaku sebentar lagi akan hilang.


     Duarr…!!, Duarr…!!, Suara gemuruh ledakan bom yang bertubi-tubi menghantam Museum of Jellyfish samping Hotel Ukraina. Aku khawatir sasaran berikutnya Hotel ini. Aku berlindung di balik mayat yang dikerumuni lalat. Tak ada regu penolong, suasananya begitu mencekam. Selang waktu setelah ledakan. Aku melihat ibuku keluar dari balik gedung yang baru saja menjadi sasaran. Syukur Tuhan, dia selamat. Dua hari yang lalu aku datang menjemputnya. Namun, serangan itu begitu cepat. Ku pikir Ibuku telah tiada. Dia berjalan tertatih-tatih mendekatiku. Samar aku melihatnya karena debu-debu masih bertebaran di mana-mana. Sayup terdengar dia memanggilku, namun tak berapa lama semakin jelas terdengar. "Adi…,Adi…, Bangun sudah hampir pukul delapan…, kamu tidak berangkat kerja!!!" Teriak mama membangunkanku. Ternyata itu hanya mimpi, pengaruh menonton perang Ukraina vs Rusia tadi malam.

     


   

Sabtu, 05 Maret 2022

Pentigraf "ADUH KETINGGALAN"

 

Pentigraf

ADUH KETINGGALAN  


Ridhan Hadi


    Sebagai guru Pak Rudy sudah dibekali dengan pola pendidikan merdeka belajar. Murid diberikan kebebasan belajar yang bertanggung jawab dengan cara yang mereka inginkan. Guru hanya sebagai fasilitator. Memfasilitasi kegiatan belajar yang disenangi oleh murid. 


       Namun tidak semua murid senang belajar, walaupun sudah menggunakan berbagai macam strategi dalam pembelajaran. Sebagian murid datang sekolah, hanya karena alasan, tidak ada teman main di rumah, sebagian lagi untuk mendapatkan uang jajan dari orang tuanya. Pulang sekolah, pergi keliaran dan nongkrong merokok di warung pinggir tegalan. Setiap di tanya, tugasnya mana?, jawabnya ketinggalan. Simple, tanpa ada rasa bersalah. Begitu pula dengan salah satu murid binaan Pak Rudy. 


     Tiba saat pembagian raport. Murid yang bermasalah tidak naik kelas. Menangis dan merengek kepada Pak Rudy. "Pak Mengapa nilai matematika saya kosong?" Dengan santai Pak Rudy menjawab, "Aduh…, nilaimu ketinggalan. Murid itu Kebingungan sudah enam guru dia tanyakan, jawabannya selalu sama, Ketinggalan. 


Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...