Pentigraf
BU LAN YANG TERJATUH
Ridhan Hadi
Paman Ceper. Kapan dia akan bertaubat? Tidak satupun dari orang di rumah ini yang tidak pernah menjadi korban kejahilannya. Bapak, Ibu, Bibi Taty, Adit, adikku yang masih SD. Ratu, kakakku yang baru kelas satu SMA. Dan yang paling sering dijahili Paman, Nenek Lantini, si gembrot. Tetangga sebelah yang setiap malam ke rumah datang bergosip dengan ibu dan Bibi Taty, kadang tidak peduli sampai larut malam.
Kejahilan Paman bukan hanya kepada orang di rumah, orang di luar rumah juga sering menjadi korban kejahilannya. Dua hari yang lalu tukang somay. Jatuh tersungkur, karena baut rodanya dicabut Paman. Deden, ditarik celananya sampai melorot. Tatang, pantatnya kepanasan, paman taruhkan saus cabe di kursi tempat duduknya. Paman memang kadang keterlaluan.
Malam ini Paman Ceper sakit. Banyak koyo yang menempel di pelipisnya. Semoga sakitnya ini akan membuat paman sadar dan bertaubat. Aku berdoa penuh harap. Paman Ceper berbaring di sampingku sekembalinya dari kamar kecil. Tak lama waktu berselang. Duar…!!! Terdengar ada benda jatuh dari kamar mandi. Paman ada suara benda jatuh dari kamar mandi, kataku terkejut. "Bu Lan yang terjatuh, paman taruhkan minyak goreng di lantai kamar mandi." Jawab paman dengan santai. Paman..., paman, dalam kondisi sakit, masih sempat kau menjahili orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar