Pentigraf
DUA DALAM SATU
Ridhan Hadi
Deni sudah begitu lama tertarik pada Citra. Setiap hari dia berkhayal kalau dirinya kekasih Citra. Bahkan dalam mimpinya ingin sampai berkeluarga dengannya. Citra memang tiada duanya. Cantik, ramping, putih, pokoknya semua yang diidamkan laki-laki ada padanya. Namun harapan Deni pupus semenjak Citra pindah ke Surabaya. Masalah perasaannya ini sering dia ceritakan kepada Rendy temannya.
Di kafe tempat Deni sedang duduk santai, Rendy datang. Dia mengajak Deni untuk berkenalan dengan tantenya, tapi dengan tegas ditolak, karena di benaknya hanya ada Citra. Dia tidak mau mengkhianati rasa yang ada dalam dirinya. Rendy menyuruh Deni melupakan Citra, karena menurut Rendy, tantenya jauh lebih cantik dari Citra. Tanteku namanya Dita, kata Rendy. Sekali lagi Deni menegaskan bahwa dia tidak butuh Dita, dia hanya butuh Citra. Suara Deni terdengar lantang dan agak berteriak.
Tak lama kemudian setelah perdebatan itu, seorang wanita cantik hadir di belakang Deni, menyapa sambil merangkul Deni, "Ya Mas Deni, namaku Dita Citra Wulandari, tantenya Rendy. Aku baru datang dari Surabaya kemarin sore.” Keduanya melongo, terdiam dengan campuran rasa yang tak bisa diceritakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar