Pentigraf
SALAH ORANG
Ridhan Hadi
Aku melihat orang duduk di bangku yang sudah disediakan untuk pembicara seminar Pentigraf di Aula kampusku. Sebagai panitia seksi keamanan tentunya aku harus menyesuaikan tempat duduk peserta dengan narasumber. Aku mendekati orang itu dan memintanya agar duduk di bangku peserta bersama lima peserta yang sudah lebih awal hadir. Karena tiga tempat duduk di depan hanya untuk Narasumber. Pak Tengsoe Tjahjono, penulis pentigraf terkenal itu. Pak Dekan, sebagai pembuka acara, dan Jery, ketua Panitia sebagai pembawa acara sekaligus moderator.
Hampir Pukul delapan Panitia yang lain belum banyak yang datang, hanya seksi acara bagian registrasi peserta saja yang sudah ada. Aku berdiri di pintu masuk sambil mempersilahkan Peserta yang sudah menyelesaikan registrasinya. Aku belajar tersenyum menarik kuat sudut bibirku dua senti kekiri dan kekanan. Mungkin karena aku pelatih beladiri jadi kebiasaanku melatih terbawa ke dunia nyata menjadi orang yang sangat jarang senyum.
Terlihat Pak ketua panitia datang agak tergesa-gesa. Masuk ke dalam ruangan lalu dengan cepat keluar lagi seraya memanggil namaku, "Joe...!!, Pak Tengsoe tadi mana?, Pak Tengsoe mana? Aku kebingungan apa maksudnya. "Pak Tengsoe Tjahjono narasumber kita. Tadi pagi Aku datang bersamanya tapi karena handphoneku ketinggal Aku pulang sebentar, tadi dia duduk di depan kok..." Kata Pak Ketua Kebingungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar