Selasa, 08 Maret 2022

CERPEN "GADIS ITU MENUNJUKKAN GUNUNG KEMBARNYA"

 CERPEN


GADIS ITU MENUNJUKKAN 

GUNUNG KEMBARNYA


Ridhan Hadi


  Hai…, Aku Rudy, Aku pecinta Traveling. Aku dari Jakarta. Baru balik dari Amerika Serikat dua bulan yang lalu. Kalau di luar negeri Aku sudah pernah ke Swis, Austria, Prancis, Jerman dan sebagian Negara yang ada di wilayah Afrika bagian Selatan.


Sebagian Traveling itu bersamaan dengan kunjungan kerjaku waktu masih bekerja di salah satu Perusahaan di Amerika. Aku bekerja selama lima tahun setelah menyelesaikan  studiku di Stanford University, California, Amerika Serikat.


Cukup menyenangkan bekerja di sana. Tapi, dua bulan yang lalu Aku diminta papa kembali ke Jakarta mengelola Perusahaan keluarga. Aku sempat menolak, tapi papa memaksaku.  Aku bilang ke Papa, Aku mau balik dengan syarat, aku keliling Indonesia dulu selama 3 bulan.  Papa menyetujuinya. 


     Akhirnya sekarang Aku keliling Indonesia. Sudah  cukup  banyak destinasi wisata yang aku kunjungi. Bulan kemarin aku ke pulau Sabang, pulau yang paling barat yang ada di wilayah Indonesia. Selanjutnya berjalan menuju Pulau Samosir Danau Toba, Ngarai Sianok Sumatra Barat, dan aku terbang juga ke Bangka Belitung tepatnya di Pantai Parai Tenggiri, pemandangan bawah lautnya indah sekali.


     Bulan ini, aku keliling di Kalimantan dan Pulau Jawa. Kemarin aku ke Jogjakarta selesai dari Bandung. Dan sekarang berada di Jawa Tengah. Ada yang beda dalam perjalananku kali ini, Aku ditemani seorang gadis cantik. Dia karyawan Perusahaan samping hotel tempat aku menginap saat ini. Kami bertemu kemarin, omongan kita nyambung. Dia juga hobi travelling sepertiku. Aku meminta dia untuk menemaniku berkeliling ke tempat wisata yang ada di wilayah ini. Kami ke Borobudur dan ke Prambanan. Besok berangkat ke Batu Raden.

Sudah puas rasanya aku berkeliling hari ini. Kami kembali ke Hotel. Gadis itu becerita kalau ada gunung yang bagus untuk background foto, sambil tersenyum melihatku. Namanya agak aneh. Tapi mendengarnya aku sedikit bersemangat. Gunung Kembar? Imajinasiku sedikit melayang. Dimana itu kataku. Tunggu sebentar katanya. Tak lama berselang dia memintaku menghentikan mobil dan parkir di kiri jalan pinggir persawahan. Gadis itu menunjukkan gunung kembarnya. " Tu lihat." katanya. " Sambil menunjuk ke arah dua Gunung di sebelah kiri kami. Gunung itu memang terlihat kembar. Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah.



Senin, 07 Maret 2022

Pentigraf "BU LAN YANG TERJATUH"

Pentigraf

BU LAN YANG TERJATUH

Ridhan Hadi



Paman Ceper. Kapan dia akan bertaubat? Tidak satupun dari orang di rumah ini yang tidak pernah menjadi korban kejahilannya. Bapak, Ibu, Bibi Taty, Adit, adikku yang masih SD. Ratu, kakakku yang baru kelas satu SMA. Dan yang paling sering dijahili Paman, Nenek Lantini, si gembrot. Tetangga sebelah yang setiap malam ke rumah datang bergosip dengan ibu dan Bibi Taty, kadang tidak peduli sampai larut malam. 


      Kejahilan Paman bukan hanya kepada orang di rumah, orang di luar rumah juga sering menjadi korban kejahilannya. Dua hari yang lalu tukang somay. Jatuh tersungkur, karena baut rodanya dicabut Paman. Deden, ditarik celananya sampai melorot. Tatang, pantatnya kepanasan, paman taruhkan saus cabe di kursi tempat duduknya. Paman memang kadang keterlaluan.


       Malam ini Paman Ceper sakit. Banyak koyo yang menempel di pelipisnya. Semoga sakitnya ini akan membuat paman sadar dan bertaubat. Aku berdoa penuh harap. Paman Ceper berbaring di sampingku sekembalinya dari kamar kecil. Tak lama waktu berselang. Duar…!!! Terdengar ada benda jatuh dari kamar mandi. Paman ada suara benda jatuh dari kamar mandi, kataku terkejut. "Bu Lan yang terjatuh, paman taruhkan minyak goreng di lantai kamar mandi." Jawab paman dengan santai. Paman..., paman, dalam kondisi sakit, masih sempat kau menjahili orang.

Minggu, 06 Maret 2022

Pentigraf "MENUNGGU AJAL"

 

Pentigraf

MENUNGGU AJAL

Ridhan Hadi


Suara ledakan dan tembakan terdengar berbalasan. Ledakan terjadi di mana-mana. Sudah hampir seluruh gedung jalan kota Kiev, Ibu Kota Ukraina hancur terkena bom tentara Rusia. Mayat bergelimpangan di mana-mana. Aku sendiri sedang bersembunyi di balik reruntuhan Hotel Ukraina, Jalan Heroyiv Nebesnoyi Sotni Alley. Pura-pura terbaring di samping mayat-mayat warga, agar dianggap mati oleh tentara Rusia. 


    Aku mencoba menggerakkan kaki. Namun sungguh tak sanggup bagiku, dua hari yang lalu  dia terkena runtuhan bangunan yang terjatuh menimpa mobil, tubuhku juga sempat terjepit. Namun aku berhasil keluar. Bau menyengat dari mayat-mayat yang sudah meninggal dua hari kemarin, membuat pernapasanku sesak. Ditambah darah yang mengalir tak henti dari kaki dan pelipisku, membuat pandanganku berpinar-pinar. Aku juga tak panjang harapan, mungkin nyawaku sebentar lagi akan hilang.


     Duarr…!!, Duarr…!!, Suara gemuruh ledakan bom yang bertubi-tubi menghantam Museum of Jellyfish samping Hotel Ukraina. Aku khawatir sasaran berikutnya Hotel ini. Aku berlindung di balik mayat yang dikerumuni lalat. Tak ada regu penolong, suasananya begitu mencekam. Selang waktu setelah ledakan. Aku melihat ibuku keluar dari balik gedung yang baru saja menjadi sasaran. Syukur Tuhan, dia selamat. Dua hari yang lalu aku datang menjemputnya. Namun, serangan itu begitu cepat. Ku pikir Ibuku telah tiada. Dia berjalan tertatih-tatih mendekatiku. Samar aku melihatnya karena debu-debu masih bertebaran di mana-mana. Sayup terdengar dia memanggilku, namun tak berapa lama semakin jelas terdengar. "Adi…,Adi…, Bangun sudah hampir pukul delapan…, kamu tidak berangkat kerja!!!" Teriak mama membangunkanku. Ternyata itu hanya mimpi, pengaruh menonton perang Ukraina vs Rusia tadi malam.

     


   

Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...