Kamis, 10 Maret 2022

Pentigfar "TERSALIB"

 Pentigfar

"TERSALIB"

Ridhan Hadi


    Vina akan segera menikah, kami janjian bertemu di cafe ini. Dia akan mampir sebentar untuk memberiku surat undang pernikahannya. Dia bilang tidak bisa lama karena calon suaminya di Surabaya sedang menunggu. Aku senang Vina yang dulunya pendiam akhirnya mendapatkan jodoh. Jadi, aku tidak perlu lagi mencarikan pasangan untuknya.


    Aku juga tidak lama lagi akan segera dilamar. Orangnya sungguh luar biasa. Namanya Agus, Agus Tryo Bijaksono, Dia berhasil meluluhkan hatiku. Kata-kata yang keluar dari mulutnya, bagaikan bait-bait syair pujangga penakluk wanita. Tatapan matanya menggetarkan jiwaku. Hah…, Tak bisa ku ceritakan semuanya. Mas Agus sempurna dimataku. Tiga bulan sudah berlalu dengannya. Waktu yang cukup untuk saling mengenal. Aku juga semakin baik setelah bersama Mas Agus, sudah bukan pemarah lagi. Sekarang, tiada hari tanpa senyuman. Bersama Mas Agus Aku merajut cinta dalam nyata, menggapai mimpi dalam angan. Berjanji untuk bersama dalam ikatan suci.  Mas Agus akan melamarku setelah kembali dari Surabaya.


Ku minum jus yg sudah Aku pesan, Tampa sadar aku melihat seorang wanita cantik di hadapanku. Ya, dia adalah Vina. Aku peluk melepas kangenku padanya. Dia tak bisa lama duduk bersamaku. Dengan bergegas Vina memberikan surat Undangannya dan pergi sambil berteriak padaku agar jangan lupa datang ke pesta pernikahannya. Ku buka surat itu. Tertulis jelas di dalamnya, nama Vina dengan Calon suaminya " Vina Dewanti Putri dan Agus Tryo Bijaksono". Ternyata Mas Agus pergi ke Surabaya untuk menikah dengan Vina. Hatiku hancur.

Rabu, 09 Maret 2022

Pentigraf "SALAH ORANG"

Pentigraf

SALAH ORANG

Ridhan Hadi



      Aku melihat orang duduk di bangku yang sudah disediakan untuk pembicara seminar Pentigraf di Aula kampusku. Sebagai panitia seksi keamanan tentunya aku harus menyesuaikan tempat duduk peserta dengan narasumber. Aku mendekati orang itu dan memintanya agar duduk di bangku peserta bersama lima peserta yang sudah lebih awal hadir. Karena tiga tempat duduk di depan hanya untuk Narasumber. Pak Tengsoe Tjahjono, penulis pentigraf terkenal itu. Pak Dekan, sebagai pembuka acara, dan Jery, ketua Panitia sebagai pembawa acara sekaligus moderator.


        Hampir Pukul delapan Panitia yang lain belum banyak yang datang, hanya seksi acara bagian registrasi peserta saja yang sudah ada. Aku berdiri di pintu masuk sambil mempersilahkan Peserta yang sudah menyelesaikan registrasinya. Aku belajar tersenyum menarik kuat sudut bibirku dua senti kekiri dan kekanan. Mungkin karena aku pelatih beladiri jadi kebiasaanku melatih terbawa ke dunia nyata menjadi orang yang sangat jarang senyum.


Terlihat Pak ketua panitia datang agak tergesa-gesa. Masuk ke dalam ruangan lalu dengan cepat keluar lagi seraya memanggil namaku, "Joe...!!, Pak Tengsoe tadi mana?, Pak Tengsoe mana? Aku kebingungan apa maksudnya. "Pak Tengsoe Tjahjono narasumber kita. Tadi pagi Aku datang bersamanya tapi karena handphoneku ketinggal Aku pulang sebentar, tadi dia duduk di depan kok..." Kata Pak Ketua Kebingungan.

     

Selasa, 08 Maret 2022

CERPEN "GADIS ITU MENUNJUKKAN GUNUNG KEMBARNYA"

 CERPEN


GADIS ITU MENUNJUKKAN 

GUNUNG KEMBARNYA


Ridhan Hadi


  Hai…, Aku Rudy, Aku pecinta Traveling. Aku dari Jakarta. Baru balik dari Amerika Serikat dua bulan yang lalu. Kalau di luar negeri Aku sudah pernah ke Swis, Austria, Prancis, Jerman dan sebagian Negara yang ada di wilayah Afrika bagian Selatan.


Sebagian Traveling itu bersamaan dengan kunjungan kerjaku waktu masih bekerja di salah satu Perusahaan di Amerika. Aku bekerja selama lima tahun setelah menyelesaikan  studiku di Stanford University, California, Amerika Serikat.


Cukup menyenangkan bekerja di sana. Tapi, dua bulan yang lalu Aku diminta papa kembali ke Jakarta mengelola Perusahaan keluarga. Aku sempat menolak, tapi papa memaksaku.  Aku bilang ke Papa, Aku mau balik dengan syarat, aku keliling Indonesia dulu selama 3 bulan.  Papa menyetujuinya. 


     Akhirnya sekarang Aku keliling Indonesia. Sudah  cukup  banyak destinasi wisata yang aku kunjungi. Bulan kemarin aku ke pulau Sabang, pulau yang paling barat yang ada di wilayah Indonesia. Selanjutnya berjalan menuju Pulau Samosir Danau Toba, Ngarai Sianok Sumatra Barat, dan aku terbang juga ke Bangka Belitung tepatnya di Pantai Parai Tenggiri, pemandangan bawah lautnya indah sekali.


     Bulan ini, aku keliling di Kalimantan dan Pulau Jawa. Kemarin aku ke Jogjakarta selesai dari Bandung. Dan sekarang berada di Jawa Tengah. Ada yang beda dalam perjalananku kali ini, Aku ditemani seorang gadis cantik. Dia karyawan Perusahaan samping hotel tempat aku menginap saat ini. Kami bertemu kemarin, omongan kita nyambung. Dia juga hobi travelling sepertiku. Aku meminta dia untuk menemaniku berkeliling ke tempat wisata yang ada di wilayah ini. Kami ke Borobudur dan ke Prambanan. Besok berangkat ke Batu Raden.

Sudah puas rasanya aku berkeliling hari ini. Kami kembali ke Hotel. Gadis itu becerita kalau ada gunung yang bagus untuk background foto, sambil tersenyum melihatku. Namanya agak aneh. Tapi mendengarnya aku sedikit bersemangat. Gunung Kembar? Imajinasiku sedikit melayang. Dimana itu kataku. Tunggu sebentar katanya. Tak lama berselang dia memintaku menghentikan mobil dan parkir di kiri jalan pinggir persawahan. Gadis itu menunjukkan gunung kembarnya. " Tu lihat." katanya. " Sambil menunjuk ke arah dua Gunung di sebelah kiri kami. Gunung itu memang terlihat kembar. Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah.



Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...