Kamis, 17 Maret 2022

"Spiritual Camp"

"SPIRITUAL CAMP" SMKN 7 MATARAM

TEKNIK JITU MEMBENTUK KARAKTER

PESERTA DIDIK



Spiritual Camp merupakan program malam ibadah atau sering kita kenal dengan mabit yang diadakan oleh Ekskul ROHIS SMKN 7 Mataram, yang mana didalamnya berisikan penyampaian materi keagamaan, i'tikaf, dan muhasabah. Spiritual Camp SMKN 7 Mataram, menjadi kegiatan wajib yang harus diikuti oleh semua siswa kelas 10. Dalam Spiritual Camp siswa melakukan wirid Asmaul Husna, sholat berjamaah, sholat rawatib, tahajud, dan dhuha. Materi-materi didalamnya dibawakan oleh pembicara-pembicara hebat yang ahli dibidangnya, mulai dari guru SMKN 7 Mataram, sampai ustaz ternama.

    Kegiatan Spiritual Camp sudah dilaksanakan dua kali semenjak SMKN 7 Mataram didirikan. Kegiatan ini digagas oleh kepala sekolah ke empat yang menjabat semenjak 2018 lalu. Kepala sekolah yang penuh dengan ide dan gagasan brilian. "Bang Zul" sapaan untuk kepala sekolah yang memiliki nama lengkap M. Zulkarnain, SE.MM ini. 



" Bapak ibu…, Spiritual Camp, nama yang kita gunakan sekarang untuk kegiatan mabit kali ini, nama ini berdasarkan arahan dari kepala Dinas dikbud Provinsi Nusa Tenggara Barat" Kata Kepala sekolah dalam rapat pemantapan pelaksanaan kegiatan Spiritual Camp. Rapat dilaksanakan hari kamis 11 maret di Ruang guru SMKN 7 mataram. 

 Kepala sekolah juga menekankan kepada panitia agar bekerja dengan maksimal demi tercapainya tujuan kegiatan Spiritual Camp kali ini. Spiritual Camp diharapkan bukan hanya sekedar cuci mata melepas penat saja di lokasi kegiatan. Namun kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa, menambah rasa cinta terhadap agama, mempererat tali silaturahmi antar mereka. 



  Untuk sampai ke lokasi panitia menyediakan enam truk dalam memberangkatkan 290 peserta Spiritual Camp ke lokasi. Kali ini lokasi yang dituju sama dengan lokasi dua tahun lalu yaitu, Madani Supercamp, Desa Sedau, Kecamatan Narmada. Tempat ini sering digunakan oleh sekolah atau instansi untuk mengadakan kemah bersama. Lokasinya berada di wilayah dataran tinggi. Sejuk dan asri menjadi ciri khas tempat ini.


Kamis, 10 Maret 2022

Pentigfar "TERSALIB"

 Pentigfar

"TERSALIB"

Ridhan Hadi


    Vina akan segera menikah, kami janjian bertemu di cafe ini. Dia akan mampir sebentar untuk memberiku surat undang pernikahannya. Dia bilang tidak bisa lama karena calon suaminya di Surabaya sedang menunggu. Aku senang Vina yang dulunya pendiam akhirnya mendapatkan jodoh. Jadi, aku tidak perlu lagi mencarikan pasangan untuknya.


    Aku juga tidak lama lagi akan segera dilamar. Orangnya sungguh luar biasa. Namanya Agus, Agus Tryo Bijaksono, Dia berhasil meluluhkan hatiku. Kata-kata yang keluar dari mulutnya, bagaikan bait-bait syair pujangga penakluk wanita. Tatapan matanya menggetarkan jiwaku. Hah…, Tak bisa ku ceritakan semuanya. Mas Agus sempurna dimataku. Tiga bulan sudah berlalu dengannya. Waktu yang cukup untuk saling mengenal. Aku juga semakin baik setelah bersama Mas Agus, sudah bukan pemarah lagi. Sekarang, tiada hari tanpa senyuman. Bersama Mas Agus Aku merajut cinta dalam nyata, menggapai mimpi dalam angan. Berjanji untuk bersama dalam ikatan suci.  Mas Agus akan melamarku setelah kembali dari Surabaya.


Ku minum jus yg sudah Aku pesan, Tampa sadar aku melihat seorang wanita cantik di hadapanku. Ya, dia adalah Vina. Aku peluk melepas kangenku padanya. Dia tak bisa lama duduk bersamaku. Dengan bergegas Vina memberikan surat Undangannya dan pergi sambil berteriak padaku agar jangan lupa datang ke pesta pernikahannya. Ku buka surat itu. Tertulis jelas di dalamnya, nama Vina dengan Calon suaminya " Vina Dewanti Putri dan Agus Tryo Bijaksono". Ternyata Mas Agus pergi ke Surabaya untuk menikah dengan Vina. Hatiku hancur.

Rabu, 09 Maret 2022

Pentigraf "SALAH ORANG"

Pentigraf

SALAH ORANG

Ridhan Hadi



      Aku melihat orang duduk di bangku yang sudah disediakan untuk pembicara seminar Pentigraf di Aula kampusku. Sebagai panitia seksi keamanan tentunya aku harus menyesuaikan tempat duduk peserta dengan narasumber. Aku mendekati orang itu dan memintanya agar duduk di bangku peserta bersama lima peserta yang sudah lebih awal hadir. Karena tiga tempat duduk di depan hanya untuk Narasumber. Pak Tengsoe Tjahjono, penulis pentigraf terkenal itu. Pak Dekan, sebagai pembuka acara, dan Jery, ketua Panitia sebagai pembawa acara sekaligus moderator.


        Hampir Pukul delapan Panitia yang lain belum banyak yang datang, hanya seksi acara bagian registrasi peserta saja yang sudah ada. Aku berdiri di pintu masuk sambil mempersilahkan Peserta yang sudah menyelesaikan registrasinya. Aku belajar tersenyum menarik kuat sudut bibirku dua senti kekiri dan kekanan. Mungkin karena aku pelatih beladiri jadi kebiasaanku melatih terbawa ke dunia nyata menjadi orang yang sangat jarang senyum.


Terlihat Pak ketua panitia datang agak tergesa-gesa. Masuk ke dalam ruangan lalu dengan cepat keluar lagi seraya memanggil namaku, "Joe...!!, Pak Tengsoe tadi mana?, Pak Tengsoe mana? Aku kebingungan apa maksudnya. "Pak Tengsoe Tjahjono narasumber kita. Tadi pagi Aku datang bersamanya tapi karena handphoneku ketinggal Aku pulang sebentar, tadi dia duduk di depan kok..." Kata Pak Ketua Kebingungan.

     

Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...