KERAJAAN KAYANGAN
Karya Bape Mahmunggah
Bape Hanum Nisfi
Kisah sejarah yang diungkapkn disini adalah mengacu pada babat Lontar yang selama ini tidak pernah diungkapkan dan berkembang di masyarakan. Pada kalangan terbatas, yang telah berusaha dicocokkan sedekat mungkin dengan berbagai catatan lain; belanda yang terkenal dengan sistem arsipnya pertama kali bersentuhan dengan lombok ketika Selaparang masih eksis tahun 1675 dari tanggal 7 juni 1843 tercatat kembali ketika penguasa belanda menandatangani perjanjian dengan Mataram (kerajaan mataram).
Dengan metoda urut ke belakang dalam kurun waktu, ternyata terlalu jauh kalau pejanggik-selaparang dinyatakan runtuh tahun 1690-lebih mendekati tahun 1740.
sebagai kerajaan pantai, Kerajaan lombok di kayangan yang didirikan oleh Deněk Mas Putra Pengendeng segara katon rambitan, berkembang pesat yang karena pelabuhannya bernana pelabuhan lombok, menjadi cikal bakal nama pulau Lombok, meskipun asal-mulanya kerajaannya bernama kerajaan kayangan, dalam rangka usaha memperluas pengaruhnya, putra tertua yang bukan putra Mahkota dikirim ke sumbawa, meskipun belakangan diberitakan kembali, menetap, dan mendirikan kerajaan Langko yang kurang berkembang, sebab itu beliau disebut Pemban Langko.
Sebagai kerajaan pantai jualah yang menyebabkan kerajaan Lombok terbuka hingga mulai para pelaut melayu maupun Makasar semula masuk ajaran islam, dari jenis Tarekat. Jenis ajaran tarekat yang cenderung meninggalkan kemewahan keduniaan, menyebabkan beliau memakzulkan diri, diganti oleh putra mahkota Dénék Mas Kerta Jagat. Beliau sendiri menyepi ke Rambi tan diiringkan oleh putra keduanya Dénék Mas Komala dewa sempopo, yang kelak menurunkan Raja-raja pejanggik dan beberapa kelompok keluarga di Lombok selatan, waupun tidak semuanya tercatat dengan baik. oleh Masyarakat, Dénék Mas Putra Pengêndéng Segara Katon Rambitan disebut dengan panggilan khidmat " WALI NYATO' " berasal dari kata " Katon, yang mendirikan Masjid tua Rembitan, kembaran Masjid Lokak Bayan yang didirikan oleh saudaranya Déněk Mas Muncul.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar