Pentigraf
Berkah Kesabaran
Ridhan Hadi
Didin sudah lama bercerai dengan istrinya. Namun dia tetap mengirimkan uang bulanan kepada anak dan mantan istrinya. Gajinya kembali hanya satu juta setengah, setelah dipotong bank. Satu juta dikirim untuk anaknya, tiga ratus untuk bayar kost, dan dua ratus digunakan untuk keperluannya selama sebulan.
Cukup berat kehidupan Didin, dia harus hidup dengan dua ratus ribu sebulan, berusaha makan seadanya. Kadang maagnya kambuh karena menahan lapar. Masalah ini tidak pernah mau dipahami oleh mantan istrinya, bahkan minta tambahan sebelum gajian. Alasannya anak banyak belanja.
Sekarang sudah mendekati tanggal satu. Sudah hampir sepuluh kali mantan istrinya menelpon menanyakan gaji. Hal ini membuat Didin jadi jengkel. Kejengkelan semakin memuncak setelah mantan istrinya meminta untuk bulan ini harus mengirim satu juta setengah. Namun Didin berusaha sabar dan tenang. Dia tidak ingin masuk rumah sakit lagi karena menanggapinya dengan emosi. Tuut…, suara panggilan dari Handphone Didin. Mengapa masih saja menelpon padahal sudah dijelaskan. Bahwa gaji belum keluar, pikir Didin. "Halo.., ini dengan Pak Didin? Pak Didin mohon datang ke kantor. Bapak terpilih sebagai karyawan terbaik tahun ini. Nominalnya lima juta Pak. Cepat ya" Ternyata panggilan terakhir bukan dari mantan istrinya tapi dari bendahara kantor. Segera Ia mengambil uang dan mengirim untuk anaknya sesuai permintaan mantan istrinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar