Rabu, 09 Maret 2022

Pentigraf "SALAH ORANG"

Pentigraf

SALAH ORANG

Ridhan Hadi



      Aku melihat orang duduk di bangku yang sudah disediakan untuk pembicara seminar Pentigraf di Aula kampusku. Sebagai panitia seksi keamanan tentunya aku harus menyesuaikan tempat duduk peserta dengan narasumber. Aku mendekati orang itu dan memintanya agar duduk di bangku peserta bersama lima peserta yang sudah lebih awal hadir. Karena tiga tempat duduk di depan hanya untuk Narasumber. Pak Tengsoe Tjahjono, penulis pentigraf terkenal itu. Pak Dekan, sebagai pembuka acara, dan Jery, ketua Panitia sebagai pembawa acara sekaligus moderator.


        Hampir Pukul delapan Panitia yang lain belum banyak yang datang, hanya seksi acara bagian registrasi peserta saja yang sudah ada. Aku berdiri di pintu masuk sambil mempersilahkan Peserta yang sudah menyelesaikan registrasinya. Aku belajar tersenyum menarik kuat sudut bibirku dua senti kekiri dan kekanan. Mungkin karena aku pelatih beladiri jadi kebiasaanku melatih terbawa ke dunia nyata menjadi orang yang sangat jarang senyum.


Terlihat Pak ketua panitia datang agak tergesa-gesa. Masuk ke dalam ruangan lalu dengan cepat keluar lagi seraya memanggil namaku, "Joe...!!, Pak Tengsoe tadi mana?, Pak Tengsoe mana? Aku kebingungan apa maksudnya. "Pak Tengsoe Tjahjono narasumber kita. Tadi pagi Aku datang bersamanya tapi karena handphoneku ketinggal Aku pulang sebentar, tadi dia duduk di depan kok..." Kata Pak Ketua Kebingungan.

     

Selasa, 08 Maret 2022

CERPEN "GADIS ITU MENUNJUKKAN GUNUNG KEMBARNYA"

 CERPEN


GADIS ITU MENUNJUKKAN 

GUNUNG KEMBARNYA


Ridhan Hadi


  Hai…, Aku Rudy, Aku pecinta Traveling. Aku dari Jakarta. Baru balik dari Amerika Serikat dua bulan yang lalu. Kalau di luar negeri Aku sudah pernah ke Swis, Austria, Prancis, Jerman dan sebagian Negara yang ada di wilayah Afrika bagian Selatan.


Sebagian Traveling itu bersamaan dengan kunjungan kerjaku waktu masih bekerja di salah satu Perusahaan di Amerika. Aku bekerja selama lima tahun setelah menyelesaikan  studiku di Stanford University, California, Amerika Serikat.


Cukup menyenangkan bekerja di sana. Tapi, dua bulan yang lalu Aku diminta papa kembali ke Jakarta mengelola Perusahaan keluarga. Aku sempat menolak, tapi papa memaksaku.  Aku bilang ke Papa, Aku mau balik dengan syarat, aku keliling Indonesia dulu selama 3 bulan.  Papa menyetujuinya. 


     Akhirnya sekarang Aku keliling Indonesia. Sudah  cukup  banyak destinasi wisata yang aku kunjungi. Bulan kemarin aku ke pulau Sabang, pulau yang paling barat yang ada di wilayah Indonesia. Selanjutnya berjalan menuju Pulau Samosir Danau Toba, Ngarai Sianok Sumatra Barat, dan aku terbang juga ke Bangka Belitung tepatnya di Pantai Parai Tenggiri, pemandangan bawah lautnya indah sekali.


     Bulan ini, aku keliling di Kalimantan dan Pulau Jawa. Kemarin aku ke Jogjakarta selesai dari Bandung. Dan sekarang berada di Jawa Tengah. Ada yang beda dalam perjalananku kali ini, Aku ditemani seorang gadis cantik. Dia karyawan Perusahaan samping hotel tempat aku menginap saat ini. Kami bertemu kemarin, omongan kita nyambung. Dia juga hobi travelling sepertiku. Aku meminta dia untuk menemaniku berkeliling ke tempat wisata yang ada di wilayah ini. Kami ke Borobudur dan ke Prambanan. Besok berangkat ke Batu Raden.

Sudah puas rasanya aku berkeliling hari ini. Kami kembali ke Hotel. Gadis itu becerita kalau ada gunung yang bagus untuk background foto, sambil tersenyum melihatku. Namanya agak aneh. Tapi mendengarnya aku sedikit bersemangat. Gunung Kembar? Imajinasiku sedikit melayang. Dimana itu kataku. Tunggu sebentar katanya. Tak lama berselang dia memintaku menghentikan mobil dan parkir di kiri jalan pinggir persawahan. Gadis itu menunjukkan gunung kembarnya. " Tu lihat." katanya. " Sambil menunjuk ke arah dua Gunung di sebelah kiri kami. Gunung itu memang terlihat kembar. Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah.



Senin, 07 Maret 2022

Pentigraf "BU LAN YANG TERJATUH"

Pentigraf

BU LAN YANG TERJATUH

Ridhan Hadi



Paman Ceper. Kapan dia akan bertaubat? Tidak satupun dari orang di rumah ini yang tidak pernah menjadi korban kejahilannya. Bapak, Ibu, Bibi Taty, Adit, adikku yang masih SD. Ratu, kakakku yang baru kelas satu SMA. Dan yang paling sering dijahili Paman, Nenek Lantini, si gembrot. Tetangga sebelah yang setiap malam ke rumah datang bergosip dengan ibu dan Bibi Taty, kadang tidak peduli sampai larut malam. 


      Kejahilan Paman bukan hanya kepada orang di rumah, orang di luar rumah juga sering menjadi korban kejahilannya. Dua hari yang lalu tukang somay. Jatuh tersungkur, karena baut rodanya dicabut Paman. Deden, ditarik celananya sampai melorot. Tatang, pantatnya kepanasan, paman taruhkan saus cabe di kursi tempat duduknya. Paman memang kadang keterlaluan.


       Malam ini Paman Ceper sakit. Banyak koyo yang menempel di pelipisnya. Semoga sakitnya ini akan membuat paman sadar dan bertaubat. Aku berdoa penuh harap. Paman Ceper berbaring di sampingku sekembalinya dari kamar kecil. Tak lama waktu berselang. Duar…!!! Terdengar ada benda jatuh dari kamar mandi. Paman ada suara benda jatuh dari kamar mandi, kataku terkejut. "Bu Lan yang terjatuh, paman taruhkan minyak goreng di lantai kamar mandi." Jawab paman dengan santai. Paman..., paman, dalam kondisi sakit, masih sempat kau menjahili orang.

Kenangan

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH

ON THE JOB TRAINING (OJT) PAPARAN 4 Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah • IN-SERVICE TRAINING 2 14-17 November 2025 Materi Umum (4 JP...